Archive for December, 2008

Wacana fatwa haram golput yang dilontarkan Hidaya Nurwahid menjadi kontroversi dan polemik di republik yang semakin Ancur dalam seminggu terakhir.
Yang jadi pertanyaan bijakkah fatwa tersebut untuk di keluarkan oleh MUI?
Kalo fatwa tersebut dikeluarkan oleh MUI,bagaimanakah dengan WNI yang tidak beragama Islam?
Apakah Tuhan dulu pernah memerintahkan hambanya untuk milih partai?
Sudah demikian kroniskah moral bangsa ini sampai urusan Pemilu aja melibatkan Tuhan?
Dosakah aku Tuhan jika tidak memilih satu diantara mereka?
-khalifah di kesunyian-

Comments No Comments »

Fact sheets about Roy Suryo:

(1). Dia BUKAN dosen UGM, yang benar adalah pengajar tamu di Program D-3
Komunikasi UGM, mengajar fotografi (itu pun saya duga hanya bbrp semester
saja, skrg saya cek ke sana sdh tidak dipasang ngajar lagi). Terminologi
dosen tamu ini sangat umum di UGM, terutama di program D-3.

(2). Status kepegawaian KRMTRSN adalah PND/dosen di Institut Seni Indonesia
Jurusan Seni Media Rekam, para koleganya di sana sudah menganggap dia "tidak
ada" karena dia sangat tidak aktif di ISI. Bahkan dalam banyak publikasi ia
seakan-akan "menyembunyikan" statusnya sebagai dosen ISI.

(3). Ia sempat sekolah di Program S-2 Fakultas Kedokteran UGM (kalau tidak
salah program  ... Promosi Kesehatan). Tidak pernah menyelesaikan studi S-2
ini. Ia masuk ke S-2 FK UGM hanya gara-gara sang ayah yang dosen di FK UGM.
Tidak lebih.

(4). Sewaktu orang rame-ramenya menyoal masalah Y2K dulu, ia diminta oleh
Bank BPD DIY untuk membenahi TI di sana, hasilnya nol-besar. Ternyata ia
hanya bisa berkomentar di media, tetapi ketika diminta untuk terjun langsung
secara praktek di lapangan hasilnya nol besar.

(5). Bila sedang menjadi pembicara seminar, dia paling sering minta soft
copy kepada pembicara lain, hingga suatu saat dia mencomotnya untuk "dijual"
ke seminar yang lain. Untuk itu, kepada para pakar yang kebetulan satu sesi
dengan dia, jangan sekali-sekali memberikan soft copy materi presentasi Anda
kepada dia, kalau tidak mau kecolongan.

(6). Di komunitas fotografer amatir Jogja (HISFA) ia sudah tidak dianggap
lagi, bahkan sudah terlalu sering diumpat para anggotanya hanya gara-gara
ucapannya di media yang sering kebablasan.

(7). Teman-teman sering menggunjingkan dia sebagai orang yang "menyibukkan
diri", ia orang yang sangat hiperaktif mengirim press release, maklumlah
karena tidak ada kesibukan lain. Katanya: bagi Roy membuat press release
yang sensasional lebih mudah daripada membuat anak, hehehehe. Ia sudah
menikah hampir 10 tahun, belum punya anak juga, hehehehe.

(1). Selama ini ia selalu bilang "sedang dalam proses mengaktifkan kembali
account email [EMAIL PROTECTED]". Saya berani taruhan, sampai kapan pun account
email itu tidak pernah bisa aktif lagi. Kira2 tahun 1991-an, Tim IT PAU UGM
membangun PUSKOM UGM. Waktu itu orang yang melek internet masih sangat
terbatas, maka dicarilah mahasiswa atau alumni yang punya perhatian besar
memajukan internet di UGM (saya ingat persis waktu itu masih era Trumpet
Winshock, dan software2 kuno yang lain). Salah satu yang diundang  adalah
KRMTRS itu. Waktu itu para aktivis diberikan account email dengan domain
ugm.ac.id. Nah, karena itu orang yang memiliki account ugm.ac.id tidak identik
dengan "orang dalam" di UGM. Siapapun (asal aktivis) waktu itu bisa dibikinkan.
Beberapa waktu kemudian, setelah Puskom UGM dikepalai oleh Dr. Ahmad
Djunaidi, beliau mengambil kebijakan bahwa hanya "orang dalam" saja yang berhak
menggunakan email ugm.ac.id., selain itu, bagi orang yang unit kerjanya di ugm
sudah punya sub domain, maka account harus menyesuaikan. Akibat dari policy
ini sangat jelas, bahwa orang-orang di luar UGM tidak lagi diperbolehkan
menggunakan alamat email UGM, terang saja pembersihan inilah yang
menggusur KRMTRS dari accountugm.ac.id. Kata PakDjunaidi, selama itu
sudah diindikasikan penggunaan email UGM yang tidak tepat, di mana
banyak terjadi penyalahgunaan,
maka dilakukan penertiban. UGM sering mendapat komplain, pertanyaan,
klarifikasi,
atau apapun tentang seseorang yang menggunakan nama besar UGM untuk tujuan2
tertentu.

(2). KRMTRS memang pernah mendaftarkan diri untuk menjadi dosen Fisipol UGM.
Kejadian ini kira-kira tahun 1991. Waktu itu Rektor UGM adalah Prof. Moch.
Adnan, dan Dekan Fisipol (kalau tidak salah) masih Prof. Ichlasul Amal.
Menurut teman-teman saya di Fisipol, salah satu kegagalan KRMTRS adalah
karena indeks prestasi (IP) yang tidak memenuhi syarat untuk jadi dosen UGM,
hehehehe. Ini faktual !! Dalam rangka memenuhi keinginan menjadi PNS, maka
mendaftarlah ia menjadi PNS di ISI yang waktu itu baru saja membuka program
studi Seni Media Rekam. Masuklah ia ke sana.

Diteruskan dari :
http://www.mail-archive.com/id-gmail@googlegroups.com/msg86648.html

Comments 2 Comments »

Setelah Video Klip lagu Dewa19 dengan judul Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia beredar,muncul kontroversi tentang penggunaan “bendera” yang di pergunakan oleh Dewa19 sebagai background logo baru Dewa19.

Kontroversi ini menguat ketika si Roy(jali) Suryo melaporkan Ahmad Dhani (kenapa bukan Dewa19?) ke mabes Polri dengan tuduhan penghinaan terhadap bendera kebangsaan.

Menurut Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1958 Bab I Pasal I mengatakan :Bendera Kebangsaan Sang Merah Putih,selanjutnya disebut Bendera Kebangsaan,berbentuk segi-empat panjang,yang lebarnya dua-pertiga daripada panjangnya;bagian atas berwarna merah,dan bagian bawah berwarna putih sedang kedua bagian itu sama lebarnya.

http://kahlilpooh.files.wordpress.com/2007/12/pp-no-40-tahun-1958.pdf

Dari pasal tersebut bisa kita artikan bahwa jika ukuran lebar dan panjangnya tidak 2:3 maka itu tidak bisa disebut sebagai bendera kebangsaan merah putih.

Kenapa si Roy(jali) Suryo ngotot ingin memperkarakan Dhani??kenapa bukan Dewa19??

Alasan pertama adalah si Roy (jali) Suryo ingin balas dendam kenapa Ahmad Dhani (bukan Dewa19),karena pernah berselisih paham dengan Ahmad Dhani tentang Foto Mesra Dhani-Mulan yang pernah di klaim si goblok Roy (jali) suryo sebagai foto asli dan bahkan dengan guuooblooknya (again n again),dia bilang kalo foto ini merupakan sebuah klip film.Tapi ternyata seorang fans Mulan yang notabene bukan seorang “pakar TELEMATIKA” bisa membuktikan kalo foto itu merupakan rekayasa komputer. Hal ini membongkar fakta bahwa si Roy(jali) Suryo itu bukan merupakan seorang Pakar,dia hanyalah seorang yang bermulut besar dan hanya cari sensasi.

Alasan kedua adalah dia sedang mencari popularitas agar bisa sering masuk infoteinment,dengan mendompleng popularitas seorang Ahmad Dhani.Secara dia adalah seorang Caleg dari partai Demokrat untuk Pemilu 2009 yang butuh Promosi Gratis di depan media TV.

Dan yang lebih menggelikan lagi ternyata eh ternyata si Roy(jali) suryo adalah salah satu anggota tim yang memberikan masukan untuk RUU tentang bendera.

http://www.seleb.tv/content/view/12332/2/

-Khalifah di Kesunyian-

Comments 1 Comment »