Sebuah renungan kosong tentang perjalanan panjang seorang anak manusia menuju kehidupan abadi,KEMATIAN.
Menapaki jalan tak beralaskan terompah kemahsyuran,berkeringat mendaki di curamnya kehidupan fana,tak bercahaya dihitam kelamnya malam yang setia menjlati setiap jengkal jasad manusiawinya.
Dan masih tak bergeming saat derasnya hujan mencumbunya dengan dahsyat bersekutu dengan sang bayu yang maha angkuh, tertawa ditengah derasnya runtuhan air dari surga dan terdiam bila cambuk sang malaikat yang menggelagar membelah mahsyurnya langit senja,dan dia tetap tak bergeming.
Tertunduk di tengah riuhnya nyanyian alam,terpejam menanti pancaran sinar putih yang teramat putih untuk sekedar disebut putih,karena cahaya itulah jalan menuju kehidupan yang abadi,KEMATIAN.
-Khalifah di Kesunyian-

Leave a Reply