Archive for May, 2008

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri
Cantrik, dsb.

Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik.
Acara ini hanya sebagai kedok, bisnis sebenarnya adalah SMS premium
.
Acara-acara sepertinya sejatinya adalah sebuah produk dari Kapitalis yang sangat tidak berperikemanusian.Para penyelenggara acara(dalam hal ini stasiun TV) hanya mementingkan sisi bisnis,tanpa mau tau produk yang dihasilkan seperti apa.
Sebab dari awal pembuatan acara udah jelas bahwa tujuan mereka mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari banyaknya SMS yang masuk dalam setiap episodenya.
Dari www.sinarharapan.co.id saya mendapatkan informasi bahwa pendapatan dari Polling SMS sangat besar.
GM Value Added Services (VAS) Infokom, —penyelenggara
  Indonesian Idol dan KDI—, Elfi Malano mengatakan, bisnis polling SMS 
lebih menggali kreativitas acara/layanan. Elfi mengakui, selama berlangsungnya Indonesian Idol polling SMS yang masuk per minggu mencapai 1 juta SMS, sementara di saat grand final SMS bisa mencapai 4 juta. Sedangkan di KDI, polling per minggu bisa mencapai 800.000 SMS.
Manager Program Mobile Entertainment Visitel, —penyelenggara AFI—,Eka Veronika mengatakan, pada AFI satu jumlah polling SMS per minggu bisa mencapai 1 juta SMS, sedangkan pada final mencapai 2,5 juta SMS. Meski demikian, kedua penyelenggara polling ini mengakui,kesuksesan jajak pendapat tergantung pada kapasitas mesin SMS masing-masing operator seluler.
Coba anda hitung brapa keuntungan perepisode yang mereka dapatkan dari polling sms yang mereka lakukan,misal untuk indonesian Idol aja dengan tarif sms premium 2000 rupiah per sms maka perepisode mereka mendapatkan sekitar 2 milyar rupiah.Bandingkan dengan hadiah yang mereka sediakan untuk setiap episodenya yang maksimal berkisar 1juta -5 juta rupaih.Padahal acara seperti INdonesian Idol berlangsung sampai puluhan episode.Ditambah dengan pendapat di grand final mereka bisa meraup keuntungan sampai 4 milyar.
BIla dihitung dari babak spektakuler sampai grang final,penipuan berkedok acara pencarian bakat ini akan mengeruk keuntungan sebesar 24 Milyar,itu belum ditambah babak workshop.
Padahal hadiah yang mereka ke tiap pemenang hanya sebuah mobil,beasiswa dan sebagainya yang hadiah tidak lebih dari 1M.Anda bisa bayangkan keuntungan yang yang mereka dapatkan,dan hal ini belum ditambah dari kerjasama dengan pihak sponsor.
Kebanyakan masyrakat menilai bahwa kehidupan para peserta ajang pencarian bakat(penipuan berkedok ajang pencarian bakat) menjadi terangkat dan membaik setelah mengikuti ajang tersebut.Tapi kenyataannya banyak kisah-kisah tragis yang mungkin tidak banyak di ketahui oleh masyarakat.

Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.

Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.
Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms
putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal
dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua
mereka anggup menghabiskan uang untuk sms. Orang tua Alfin dan Bojes abis 1
M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.

Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 005) yang tereliminasi di
minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah
kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit mahal RP 500..000.
Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi. Kos itu
sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar.
Makannya sekali sehari.
Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga ada dugem dan kehidupan
glamor, lha makan aja susah.

Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, dll.

Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa
cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil.
Lagian
pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita
dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job.
Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka susah.
Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan
cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka ga berani minjem banyak karena
takut ga bisa bayar.

Sungguh tragis,dan sudah selayaknya kita sebagai masyarakat sadar akan penipuan berkedok pencarian bakat ini.
Dan kepada stasiun TV penggagas acara ini,ada sebuah pertanyaan besar buat kalian.


BIILA KALIAN MEMANG BENAR-BENAR MENCARI ARTIS YANG MEMPUNYAI BAKAT YANG LAYAK TANPA UNSUR PENIPUAN,BERANIKAH KALIAN UNTUK MENGGUNAKAN SISTEM SATU NOMER HP/TELPON UNTUK SATU SUARA?
BERANIKAH ANDA UNTUK MENINGGALKAN BUJUKAN "KIRIMKAN SEBANYAK-BANYAKNYA"?

Comments No Comments »

KAlo Dewa19 punya baladewa
Kalo Slank Punya Slankers
Kalo Gigi punya Gigi kita
Kalo Padi punya Sobat Padi
Kalo sheila on 7 punya sheila Gank
Kalo DUo Maya punya sapa yah? (MAYAT-MAYAT)

Comments 1 Comment »